Ternyata Demak adalah warisan dari kerajaan Majapahit
Sejarah Demak tidak bisa dilepaskan dari Kerajaan Majapahit, khususnya di masa pemerintahan Prabu Brawijaya V atau Prabu Kertabumi. Raden Fatah merupakan sultan pertama Kesultanan Bintoro. Demak merupakan anak dari pasangan Prabu Kertabumi dan Putri Cempa. Saat masih dalam kandungan, Putri Cempa dititipkan kepada Aria Damar, penguasa Palembang. Maka lahirlah Raden Fatah di Palembang.
![]() |
| Gambar peta kerajaan majapahit sumber ; https://www.mildreports.com/ |
Setelah dewasa, Raden Fatah berguru kepada Sunan Ampel dan dinikahkan dengan putrinya yang bernama Nyai Ageng Maloka. Atas perintah Sunan Ampel, Raden Fatah menetap di Glagah Wangi atau Bintoro untuk menyebarkan agama Islam. Selain itu, Raden Fatah dan Sunan Ampel pun berangkat ke Majapahit untuk menemui Prabu Kertabumi guna menceritakan asal muasal dan alasan dibukanya Glagah Wangi atau Bintoro.
Mendengar hal tersebut, Prabu Kertabumi mengakuinya sebagai anaknya dan mengizinkan Raden Fatah untuk meneruskan cita-citanya membangun masjid. Bintoro berkembang bukan hanya sebagai pusat penyebaran agama Islam, tetapi lebih jauh sebagai pusat politik, militer, perdagangan, dan pengembangan budaya Islam Indonesia. Raden Fatah saat itu diangkat menjadi Adipati Notopraja.
Perkembangan Kadipaten Bintoro berlangsung cepat. Hal ini tidak terlepas dari pergolakan politik di pusat Kerajaan Majapahit yang diwarnai oleh munculnya kembali benih-benih pertikaian antara keluarga-keluarga dari Garis Singosari dan Kediri. Girindra Wardana Dyah Rama Wijaya, putri Bhre Pandan Salas, menyerang istana Kerajaan Majapahit, dan Prabu Kertabumi tewas dalam pertempuran. Mendengar berita kematian Prabu Kertabumi, Raden Fatah mengirim pasukan yang dipimpin oleh Raja Kudus untuk menyerang Majapahit sebagai balasan atas kematian ayahnya.
Setelah berhasil mengalahkan Majapahit, Demak berusaha untuk bangkit sebagai penguasa politik di Jawa. Atas jasa para Wali yang didukung oleh para penguasa daerah yang telah memeluk Islam, Raden Fatah kemudian diangkat menjadi Sultan Demak yang pertama dengan gelar Senopati Jimbun Ngabdul Rahman Panembahan Palembang Sayidin Panatagama. Selain itu, Demak memperluas wilayah kekuasaannya hingga ke wilayah barat, yaitu Cirebon.
Pada tahun 1512 M, dikirimlah sebuah ekspedisi militer ke Malaka untuk melawan penjajah Portugis. Pada masa itu, kebudayaan Islam juga berkembang pesat hingga sekarang. Perpaduan unsur-unsur budaya dan tradisi pra-Islam dengan kebudayaan Islam memberi warna pada tumbuhnya kebudayaan-kebudayaan baru di Indonesia, seperti perayaan Idul Fitri, Idul Adha, Maulid Nabi, dan lain-lain, yang dilakukan oleh masyarakat muslim di pusat kerajaan hingga ke desa-desa.
Berbagai tradisi dan kesenian yang bernuansa Islam berkembang luas dan masih terlihat di bekas-bekas pusat kerajaan, seperti Cirebon, Banten, Mataram, Aceh, dan beberapa tempat lainnya.
Hasil penelitian dan pengkajian panitia persiapan ulang tahun, penobatan Raden Fatah jatuh pada tanggal 12 Rabiul Awal 1425 Saka, setelah dimusyawarahkan jatuh pada tanggal 28 Maret Masehi.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar