Apakah ada hubungan antara obesitas dan anak yang diberi susu formula?
sebuah studi baru-baru ini yang dilakukan oleh MRC Childhood Nutrition Research Center menunjukkan adanya hubungan antara obesitas dan anak-anak yang diberi susu formula. Namun, para ahli mengkritik penelitian tersebut karena berfokus pada massa lemak dan tidak melihat Indeks Massa Tubuh (BMI), ukuran standar obesitas.
BMI memberikan ukuran kegemukan tubuh yang lebih akurat dan berasal dari data yang tersedia secara umum seperti berat dan tinggi badan. Selain itu, karena anak-anak tidak ditindaklanjuti hingga masa remaja dan dewasa, mungkin tidak tepat untuk mengatakan bahwa pemberian makan berlebihan pada masa bayi awal membuat anak-anak mengalami obesitas. Diketahui bahwa masa remaja adalah periode kritis lain untuk perkembangan obesitas.
Hubungan antara makan berlebihan dan obesitas adalah hubungan yang kompleks. Faktor predisposisi obesitas juga termasuk genetika, kurangnya stimulasi di rumah, status sosial ekonomi rendah, obesitas ibu, dan gaya hidup yang tidak aktif. Faktor-faktor ini harus dibahas dalam penelitian apa pun yang memprediksi perkembangan obesitas.
Perubahan pola aktivitas fisik selama dua dekade terakhir telah memainkan peran potensial dalam epidemi obesitas. Bayi menghabiskan lebih banyak waktu dalam wadah seperti kursi mobil, gendongan, penjaga, ayunan, alat bantu jalan, dan kursi pengikat daripada yang baik untuk perkembangannya. Bayi yang tidak banyak bergerak juga berisiko mengubah sel lemak menjadi jaringan lemak, yang sulit dikendalikan di kemudian hari. Anak-anak kurang aktif dari sebelumnya. Terlalu banyak waktu yang dihabiskan untuk menonton televisi atau bermain video dan permainan komputer dapat mendorong mereka untuk hidup tanpa aktivitas dan kebiasaan makan yang buruk. Memiliki televisi di kamar tidur dilaporkan menjadi prediktor kuat kelebihan berat badan pada anak usia prasekolah. Kondisi kesehatan terbaik diberikan melalui bermain aktif, eksplorasi, aktivitas gerak dan nutrisi yang baik.
Meskipun penelitian ini mendukung kasus menyusui, tekanan psikologis dari stigmatisasi sosial yang dikenakan pada orang tua yang memberi makan bayi secara berlebihan dapat merusak hubungan orang tua-bayi. Selain itu, asupan protein tinggi atau overfeeding tidak secara konsisten menunjukkan efek obesitas pada anak. Oleh karena itu, profesional kesehatan sangat dianjurkan untuk memasukkan panduan tentang pemberian susu botol dengan cara yang tidak menghakimi dan tidak menyalahkan. Mempertahankan berat badan yang sehat melibatkan penyeimbangan jumlah kalori yang dikonsumsi dengan jumlah kalori yang dibakar tubuh selama aktivitas fisik. Dengan demikian pendekatan optimal untuk pencegahan perlu menggabungkan intervensi diet dan aktivitas fisik.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar